Monday, August 9, 2010

Abahku

Tiada ucapan yang mampu kulafazkan...tiada bait perkataan mampu kusebut...kesayuan mata yang memandang tiada daya untuk menjengil...genangan air mata berkaca tak mampu tertumpah mennyusuri kelopak mataku...namun tak mampu kutahan...berlinang jua di pipiku...mengungkap seribu satu kenangan...menerjah ke benakku...apakah aku telah berbakti sepenuh jiwa raga...apakah tiada dosaku padamu...apakah sudah bergunung baktiku padamu...atau hampas baktiku yang kucurahkan padamu...apakah senyummu tiada duka...apakan rintihanmu telah aku benamkan dengan penawar...jasaku yang secubit untukmu...mampukah aku melewati waktu tanpamu...apakah doaku tak terhijab untukmu...sesekali kau tersenyum...hanya kau yang tahu...nafasmu bak gelombang di mataku...melewati batas waktu diiringi doa dan kiriman fatihah...doaku untukmu berlainan lafaznya...pergimu tak kembali...aku pasrah...tiap saat kupanjatkan doa buatmu...kau tetap segar dalam hidupku...siapalah aku tanpamu...moga Allah merahmati rohmu...sederet dengan orang yang beriman dan soleh...mendapat kemuliaan di sisiNya...tinggi darjat di sisiNya...berbahagia di alam barzakh hingga hari kiamat...Tanggal 28 Rejab 1431 H bersamaan 10 Jun 2010...detik 11.41 p.m...awal malam jumaat, itulah saat yang sangat menusuk kalbuku....membelah jiwaragaku...Abahku, kaulah satu...kau menyahut penggilan Ilahi di sisiku...tiada pengganti...budimu...jasamu bak wangian yang tiada bandingan...aku adalah hartamu yang sentiasa menjagamu walau kita tidak berada di dunia yang sama...Al-Fatihah....buatmu...insan tersayang...abahku...

(Aziz Poniran, Ogos 2010)

No comments:

Post a Comment