Friday, March 12, 2010

Pendidikan Kanak-kanak Autisma

Tajuk : Pendidikan Kanak-kanak Autisma

Membantu Kanak-kanak Autisme
Membantu kanak-kanak berkomunikasi, bersosialisasi, sensori, perilaku, dan emosi untuk mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan keperluannya, mencungkil dan mengembangkan potensi, bantuan tenaga pakar melalui seminar pendidikan khas bagi pengidap autisme serta menyusun satu model pendidikan, panduan pendidikan serta memotivasikan peranan yayasan penyelenggara pendidikan bagi anak autisme
Autisme
Istilah Autisme berasal dari kata "Autos" yang maksudnya diri sendiri, "Isme"bermakna suatu aliran. Autistik adalah suatu gangguan perkembangan yang kompleks berkaitan komunikasi, interaksi sosial dan aktiviti imaginasi. Gejalanya dapat dilihat sebelum anak berusia 3 tahun. Kanak-kanak pada dunianya sendiri.
Dianggarkan 75% hingga 80% pengidap autis ini mempunyai masalah mental dan 20% lagi mempunyai kemampuan yang cukup tinggi untuk bidang-bidang tertentu (savant).Pengidap autistik mempunyai masalah komunikasi, interaksi social, gangguan sensori, pola bermain, tingkah laku dan emosi.

Punca Autistik
Teori faktor genetik adalah punca autistik. Bayi kembar satu telur akan mengalami gangguan autistik yang serupa dengan saudara kembarnya dan beberapa anak dalam satu keluarga atau dalam satu keluarga besar mengalami masalah yang sama. Selain itu pengaruh virus seperti rubella, toxo, herpes, kulat, nutrisi yang buruk, perdarahan dan keracunan makanan semasa kehamilan memungkinkan pertumbuhan sel otak yang dapat menyebabkan fungsi otak bayi yang dikandung terganggu terutama fungsi pemahaman, komunikasi dan interaksi.
Kini terdapat juga hubungan antara gangguan pencernaan dan gejala autistik. Lebih dari 60 % pengidap autistik mempunyai sistem pencernaan yang tidak sempurna. Makanan tersebut berupa susu lembu (casein) dan tepung terigu (gluten) yang tidak tercerna dengan sempurna. Protein dari kedua makanan ini tidak semua berubah menjadi asid amino tetapi menjadi peptida, suatu bentuk rantai pendek asid amino yang seharusnya dibuang melalui urine. Maka pengidap autistik, peptida ini diserap semula oleh tubuh, masuk ke dalam aliran darah, masuk ke otak dan diubah oleh reseptor opioid menjadi racun iaitu casomorphin dan gliadorphin, yang merosakkan sel-sel dan mengganggu membuat fungsi otak. Fungsi otak yang terkena biasanya adalah fungsi kognitif, reseptif, atensi dan tingkahlaku.

Komunikasi:
- Perkembangan bahasa lambat.
- Sukar berbicara.
- Kadang-kadang kata-kata yang digunakan tidak sesuai artinya
- Mengomel berulang-ulang dengan bahasa yang tak dapat difahami orang lain.
- Mudah meniru tampamengetahui maksudnya.
- Sebahagiannya tidak berbicara(non verbal) atau sedikit berbicara (kurang verbal) sampai usia dewasa.
- Kerap menarik-narik tangan orang lain untuk melakukan apa yang ia inginkan misalnya bila ingin meminta sesuatu.

Interaksi sosial:
- Suka menyendiri.
- Tidak ada hubungan mata.
- Tidak tertarik untuk bermain bersama rakan.

Gangguan sensori:
- Sangat sensistif terhadap sentuhan seperti tidak suka dipeluk.
- Bila mendengar bunyi agak kuat akan menutup telinga.
- Gemar mencium-cium, menjilat mainan atau benda-benda.
- Tidak sensitif terhadap rasa sakit dan rasa takut.

Pola bermain:
- Tidak bermain seperti kanak-kanak biasa.
- Tidak suka bermain dengan rakan sebaya.
- Tidak kreatif, tidak imaginative.
- Tidak bermain sesuai fungsi mainan, misalnya kereta diterbalikkan dan rodanya di putar-putar.
- Gemar benda-benda yang berputar, seperti kipas angin, roda kereta mainan.
- Apabila menyukai kepada suatu benda dan akan terus dipegang dan dibawa kemana-mana.

Tingkah laku:
- Berkelakuan berlebihan (hiperaktif) atau kekurangan (hipoaktif).
- Memperlihatkan pergerekan stimulasi diri seperti bergoyang-goyang, mengepakkan tangan seperti burung, berputar-putar, mendekatkan mata ke skrinTV, lari dan berjalan pergi balik, melakukan gerakan yang diulang-ulang.
- Tidak suka pada perubahan.
- Duduk mencangkung sengan pandangan kosong.
Emosi:
- Kerap marah-marah tanpa alasan yang jelas, tertawa-tawa, menangis tanpa alasan.
- Mengamuk tidak terkawal jika dilarang atau tidak diberikan keinginannya.
- Kadang kala suka menyerang dan merosak sesuatu.
- Menyakiti dirinya sendiri dengan suatu benda.
- Tidak empati dan tidak memahami perasaan orang lain.

Mendiagnostik Autisme
Jika kanak-kanak memperlihatkan beberapa gejala di atas segera hubungi ahli psikologi, doctor pakar perkembangan kanak-kanak, psikiteris kanak-kanak atau neurologis autistik. Penaksiran akan dilakukan untuk segera melalui terapi-terapi terstruktur. Maka peluang perubahan ke arah tingkah laku normal akan dilakukan.

Pendidikan Awal

Discrete Trial Training dari Lovaas
Ia berasal dari Lovaas terhadap Young Autistik Project di UCLA USA, ia berperanan dalam pembelajaran kanak-kanak autistik. Program Lovaas (Program DTT) berasaskan model tingkah laku Operant Conditioning yang merupakan faktor utama dari program intensif DTT. Pengertian dari Applied Behavioral Analysis (ABA), implementasi dan evaluasi dari berbagai prinsip dan tehnik yang membentuk teori pembelajaran tingkahlaku (behavioral learning), adalah perkara penting dalam memahami teori tingkah laku Lovaas ini.
Teori pembelajaran tingkahlaku (behavioral learning) berasaskan kepadabagaimanan tingkahlaku secara konseptual meliputi antecedents perilaku yang lalu, perilaku, dan konsikwensi. Stimuli antecendent dan konsekwensi sebelumnya akan memberi kesan kepada reaksi tingkah laku yang muncul.Ia memberikan reinforcement yang positif sebagai kunci dalam mengubah tingkahlaku. Sehingga tingkahlaku yang baik terus dilakukan dan tingkahlaku buruk dihilangkan (melalui time out, hukuman, atau dengan kata 'tidak'). Teknik penngajaran yang dilakukan mengandungi stimuli guru, respon kanak-kanak konsekwensi dan berhenti sejenak kemudian teruskan dengan arahan selanjutnya
Intervensi LEAP (Learning Experience and Alternative Program for preschooler and parents)
Intervensi LEAP menggabungkan Developmentally Appropriate Practice (DAP) dan tehnik ABA dalam sebuah program inklusif. Teori pembelajaran yang berbeza digabungkan untuk membentuk kerangka konsep. Kaedah ini ada kelebihan dan kekurangan pada kanak-kanak autistik. Model LEAP menggunakan teknik pengajaran reinforcement dan kawalan stimuli. Asasnya adalah;
Semua kanak-kanak mendapat faedah ruang lingkupnya.
Kanak-kanak autistik semakin sembuh jika intervensi berlaku konsisten di rumah, sekolah, atau masyarakat.
Keberhasilan semakin besar jika ibu bapa dan guru bekerja bersama-sama.
Kanak-kanak autistik saling belajar dari rakan sebaya mereka.
Intervensi haruslah bersifat terancang, sistematik dan individual.
Kanak-kakak yang memerlukan perhatian khusus dan yang normal akan mendapat keuntungan dari kegiatan yang mencerminkan DAP.


Floor Time:
Pendekatan Floor Time berdasarkan pada teori perkembangan interaktif yang mengatakan bahwa perkembangan ketrampilan kognitif dalam 4 atau 5 tahun pertama kehidupan didasarkan pada emosi dan relationship (Greenspan & Wieder 1997a). Jadi hubungan pengaruh dan interaksi merupakan komponen utama dalam teori dan praktik model ini.
Greenspan mengembangkan suatu pendekatan perkembangan terintegrasi untuk intervensi anak yang mempunyai kesukaran (severe) dalam berhubungan (relationship) dan berkomunikasi, dan teknik intervensi interaktif yang sistematik inilah yang disebut Floor Time. Kerangka konsep program ini ialah pentingnya relationship, enam acuan (milestone) sosial yang spesifik dan teori hipotetikal tentang autistik.
TEACCH (Treatment and Education of Autistic and Related Communication Handicapped Children)
TEACCH merupakan program nasional di North Carolina USA, yang menangani autistik, secara bersistem dan tindakan yang bebas. Program TEACCH menyediakan tindakan yang berkesinambungan untuk individu, keluarga dan lembaga tindakan untuk kanak-kanak autistik. Tindakan dalam program ini termasuk diagnosa, terapi, rundingan, kerjasama dengan masyarakat sekitar, keperluan hidup dan tenaga kerja untuk memenuhi keperluan keluarga yang spesifik.
Para terapis dalam program TEACCH perlu memiliki pengetahuan dalam berbagai bidang termasuk, speech pathology, kumpulan kemasyarakatan, intervensi terkini, pendidikan khas dan psikologi. Konsep pembelajaran dari model TEACCH berdasarkan tingkah laku, perkembangan dan dari sudut pandang teori ekologi, yang berhubungan erat dengan teori dasar autisme.

Jenis Terapi
1. Terapi Bertutur membantu anak melancarkan otot-otot mulut sehingga membantu anak berbicara lebih baik.
2. Terapi Neuron untuk melatih motor halus kanak-kanak.
3. Terapi Bermain: mengajar anak melalui belajar sambil bermain.
4. Terapi medikamentosa (drug therapy): dengan pemberian ubat oleh doctor pakar.
5. Terapi melalui makanan (diet therapy): untuk kanak-kanak dengan masalah alergi makanan tertentu
6. Sensory Integration Therapy: untuk kanak-kanak yang mengalami gangguan pada sensorinya.
7. Auditory Integration Therapy: agar pendengaran kanak-kanak lebih sempurna.
8. Biomedical treatment/therapy: memperbaiki system dalam tubuh agar terlepas dari faktor-faktor yang merosak (dari keracunan logam berat, kesan casomorphine dan gliadorphin, alergen, dsb).

Pendidikan Lanjutan
Pengidap autistik yang telah diterapi dengan baik akan dapat dikatakan "sembuh" dari gejala autistiknya. Ini dapat dilihat apabila sudah dapat mengendalikan tingkah laku sehingga nampak normal berkomunikasi serta mempunyai wawasan akademik yang cukup sesuai anak seusianya. Pada ketika inilah sebaiknya mula diperkenalkan untuk masuk ke dalam kelompok kanak-kanak normal, sehingga dapat mempunyai figure atau role model anak normal dan meniru tingkah laku anak normal.

Kelas transisi
Kanak-kanak belajar secara intensif dan berstruktur. Ia adalah kelas persiapan dan pengenalan kepada pengajaran dengan kurikulum sekolah biasa, tetapi melalui cara pengajaran yang berbeza di mana kelas kecil dengan jumlah guru yang besar, dibantu dengan alat audio visual, instraksi yang jelas, padat dan konsisten.
Selain itu bentuk kurikulum dari berbagai bidang ilmu psikologi, pedagogi, speech patologist, terapis, guru dan ibu bapa dan sukarelawan. Disediakan tempat khusus (special unit) apabila kanak-kanak memerlukan terapi, Mempunyai Program Pendidikan Individu sesuai dengan kemampuannya. Kanak-kanak dapat "tamat" (bukan lulus) dari sekolahnya karena telah selesai melalui proses pendidikan di sekolah
Pengidap autistik perlu didampingi oleh seorang terapis yang berfungsi sebagai guru pembimbing khas (GPK). Tugasnya ialah membantu guru kelas jika diperlukan, sehingga proses pengajaran dapat berjalan lancar tanpa gangguan. Selain itu guru tersebut adalah sebagai:
1. Perantara instraksi antara guru dan kanak-kanak.
2. Mengendalikan tingkah laku kanak-kanak dikelas.
3. Membantu kanak-kanak memberi perhatian.
4. Membantu anak belajar berinteraksi dengan rakan-rakan.
5. Menjadi media informasi antara guru dan ibubapa.

Program Sekolah Di rumah (Homeschooling Program)
Kanak-kanak autistik yang non verbal, kerencatan mental, masalah psikmotor dan auditory sebaiknya diberi kesempatan ikut serta dalam Program Sekolah Di rumah. Melalui bimbingan para guru dan terapis serta kerjasama yang baik dengan ibu bapa serta orang-orang disekitarnya, potensi anak dapat dikembangkan. Kerjasama ini merupakan cara terbaik untuk mengeneralisasi program dan membentuk hubungan yang positif antara keluarga dan masyarakat. Kerjasama ini memberi kesempatan untuk mendapat persamaan pendidikan yang setara dengan sekolah biasa untuk bidang yang ia kuasai.
Pengurusan Pendidikan Autistik
Rujukan untuk Terapi.
Penaksiran
IEP atau Individual Educational Plan and Program.
Persetujuan ibu bapa
Evaluasi pendidikan untuk anak autistik meliputi;
proses untuk penilaian guru terhadap kanak-kanak.
laporan daripada ibu bapa kepada guru, atau sebaliknya.
laporan untuk ibu bapa berbentuk deskripsi kemampuan anak dengan penilaian kualitatif.
Kurikulum bagi kanak-kanak autistik meanjurus kepada pengembangan kemampuan dasar iaitu kognitif, bahasa, komunikasi, sensomotori, bina diri dan sosialisasi.Kurikulum pendidikan yang berorientasi pada kemampuan dan ketidakmampuan individu perlu dalam pengajaran bagi anak autistik. Prasarana disesuaikan mengikut tahap pendidikan iaitu;

Pendidikan Prasekolah
- Pengenalan asas: pengenalan warna, bentuk, huruf dan angka, benda-benda sekitar, buah, binatang, kenderaan.
- Alat bantu komunikasi berupa gambar-gambar yang mewujudkan tujuan komunikasi dari anak.
- Alat bantu pengembangan motorik halus: cara memegang pensil, menggunting, mewarna, dan sebagainya
- Alat bantu pengembangan motor kasar: bola, tali, dlsb.
- Terapi bertutur(terapi dan alatnya) baik manual atau elektronik
- Terapi sensori motor contohnya integrasi ayunan
- Kurikulum Kanak-kanak autistik

Pendidikan Sekolah Rendah
- Alat model konkrit sebagai asas bantuan belajar.
- Guru pendamping
- Peluang bersosialisasi

Pendidikan Menengah
Pada usia ini jika anak perlu mengikuti kurikulum sekolah menengah sekolah khas, maka yang diperlukan harus menjurus pada pengembangan kemampuan fungsional yang ada pada setiap pelajar autistik. Pendidikan bagi anak autistik memerlukan perbelanjaan yang mahal, karena pola pengajaran yang individual iaitu seorang anak, seorang guru. Maka peranan masyarakat dan ibu bapa diperlukan. Struktur waktu, ruang dan kegiatan perlu diambil kira dalam proses pembelajaran.

Faktor Penentu Keberhasilan Pendidikan dan Pengajaran bagi Anak Autistik
Keberkesanan pelaksanaan program pendidikan dan pengajaran anak autistik dipengaruhi oleh beberapa faktor, iaitu :
Berat atau ringannya kelainan atau gejala.
Usia ketika diagnosis.
Tahap kemampuan bercakap dan berbahasa.
Tahap kelebihan (strengths) dan kekurangan (weaknesses) yang dimiliki.
Kecerdasan IQ.
K esihatan dan kestabilan emosi anak.
Terapi yang tepat dan terpadu meliputi guru, kurikulum, kaedah, alatan dan bahan pendidikan, lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
Masalah Proses Pengajaran dan Pemebalajaran serta Cara Mengatasinya.
Masalah Tingkah laku
Masalah tingkah laku yang sering muncul ialah stimulasi diri dan stereotaip.Apabila tingkahlaku tersebut muncul perlulah;
- Memberikan Reinforcement.
- Tidak memberi waktu luang bagi anak untuk asyik dengan diri sendiri.
- Siapkan kegiatan yang menarik dan positif.
- Menciptakan situasi yang kondusif bagi anak, tidak menyakiti diri.
Masalah Emosi :
Masalah ini berkaitan emosi yang tidak stabil iaitu menangis, berteriak, tertawa tanpa sebab yang jelas, memberontak, mengamuk dan sebaginya.
Cara mengatasinya :
- Mencari puncanya.
- Menenangkan anak dengan cara tetap bersikap tenang.
- Setelah tahap emosinya mulai elok, aktiviti dapat diteruskan..

Masalah Perhatian Tumpuan
Perhatian anak autistik kerap berpindah pada objek ataukegiatan lain yang lebih menarik baginya. Maka usaha yang harus dilakukan oleh pembimbing adalah:
- Meningkatkan masa untuk belajar secara bertahap.
- Pelbagaikan kegiatan yang menarik.
- Istirahat sebentar kemudian teruskan semula kegiatan untuk mengurangkan keletihan seperti dengan menyanyi, bermain dan menari.

Kesimpulan
Kanak-kanak autistik perlu penjagaan yang sempurna. Perhatian yang lebih perlu diberi untuk memastikan masalah tingkahlaku, tahap tumpuan dan emosinya dapat dikawal. Para pakar yang berkaitan dengan autistik hendaklah berperanan sebagai pembantu dalam memastikan anak autistik dapat diagnos dan dipulihkan di samping mendapat kerjasama yang jitu daripada semua lapisan masyarakat. Kerjasama ini akan dapat membantu anak-anak autistik membesar dan berkembang mengikut potensi diri seperti anak-anak biasa sebayanya serta memberi peluang kepadanya untuk berjaya.

No comments:

Post a Comment